puisi awan

awanku terbang berarak meninggalkan luka
sebuah luka hati yg begitu nyata
sebuah luka yg takkan tertutup begitu saja

entah mengapa dia pergi
meninggalkan ku sendiri
diselimuti badai di hati

asaku untuk melihatnya kembali seakan sirna
lenyap…
hampa…
tanpa pedulikan aku,
bahwa aku masih sangat menantinya…

ia hilang,
pergi…
mengikuti aliran udara keinginannya
aliran kehangatan sesosok manusia

siapa manusia itu, aku tak tau
aku hanya bisa mencium jejak kepergiannya

aku masih meratapi kepergian awanku…
ditengah badai hatiku yang masih saja
membelenggu

menangisku, pedih
teramat pedih…

aku teriak mengadu pada langit
tapi gemuruh badai menelan semua suaraku

kembalilah padaku awanku…
aku sungguh kehilanganmu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: