puisi batu pohon dan angin

batu, pasir, tanah…
kulemparkan
untuk mencuri sebuah cinta…
yang tersangkut dipohon derita
dalam akar-akar ketegaran hati
keteguhan batang-batang kemuliaan

tapi ia mengelak…
hembusan angin membuat bidikan sekuat
tenaga cintaku meleset
menjatuhkan asaku tuk meraih cinta yg
telah lama hilang

aku mencari batu yang lain, tapi tak ada
yang kutemukan
hanya sebuah kerikil kecil, tajam yang
bisa menggores jari keinginanku yang ada
dihadapanku
aku meragu…

jika aku ambil kerikil itu
lukaku tak akan kunjung sembuh
hanya akan membuat sebuah luka yang lain
disisi jemari cintaku

aku tak rela…
jika kesempatan meraih cinta itu lenyap
begitu saja

ku ambil kerikil itu,
benar dugaanku… luka yang belum sembuh
itu semakin membesar
bahkan terbentuk sebuah luka lain di
jemariku

menahan perih…
kulemparkan kerikil itu ke buah cinta di
pohon derita
kulemparkan dengan segenap asa dihati
bahwa aku akan kenyang dengan cinta yg
bisa ku makan dari pohon derita itu

tapi sayang…
aku masih harus menahan rasa lapar akan
cinta
lagi-lagi hembusan angin nakal seakan
melarangku untuk mencuri buah cinta itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: