tahun baru… (another side story)

tahun baru kali ini memang sangat mengesankan. walaupun ada pengorbanan. mulai dari rencana yang nyaris gagal karena sepertinya teman-teman saya itu terlalu malas untuk jalan entah kemana, walaupun saya sudah menyediakan sedikit uang sebagai akomodasinya.

sayapun terancam menghabiskan malam tahun baru itu dengan sendirian dan hanya ditemani hiruk pikuk keramaian yang tak pernah akan bisa mengusir sepi dihati.

beruntung, ternyata kali ini akhirnya saya tidak sendirian.  saya ditemani oleh beberapa teman saya.

saya pikir sepi ini akan benar-benar sirna, tapi ternyata saya salah. masih ada sedikit kesepian disana, diantara sebuah relung-relung derita dan pengorbanan. selalu saja saya rela mengalah, demi melihat wajah ceria yang terpancar dari orang-orang disekitar saya.

lalu kapan sepi ini akan hilang?

saya hanya berkata, ya udah sono pergi biar gw yang jaga ini barang-barang, ketika salah satu teman saya bilang, eh tega bener loe ninggalin kevin sendirian jaga barang. karena saya tahu, semua itu hanya sebuah ucapan dan kata-kata saja. tanpa ada sebuah tindakan. saya selalu mengerti dan akan tetap mengerti tanpa pernah akan ada yang bisa mengerti akan saya. pun dalam setiap tutur kata saya, pasti ada sesuatu dibalik itu.

tapi saya ikhlas, demi sebuah kenangan yang saya harap tidak akan pernah hilang.

sepulangnya merayakan?? ah bukan merayakan, tidak ada sesuatu yang pantas dirayakan dari sebuah detik-detik pergantian tahun, menyambut tahun baru salah seorang teman saya bertanya pada saya, foto-foto loe dikit amat vin? bukannya saya tidak mau berfoto bersama mereka, kadang saya lebih merelakan diri saya sebagai tukang foto daripada menjadi objek yang difoto, tapi saya lebih ingin memori tentang saya akan selalu hidup dalam kenangan sahabat-sahabat saya bukan hanya dalam sebuah gambar mati yang mungkin suatu saat akan rusak dan hilang entah kemana.

perjalanan tahun baru ini ditutup dengan makan siang di obonk. teman-teman saya bertanya, yakin loe mau makan disini? uang 255 ribu yang saya habiskan untuk membayar tagihan makan itu bukan sesuatu yang besar untuk sebuah kenangan yang saya harap tidak akan pernah terlupakan oleh mereka. saya tidak akan pernah sayang mengeluarkan berapapun asal sampai kapanpun saya tetap menjadi sebuah memori indah itu…

ah, tapi hati ini tetap merasa sepi…

Tags:

3 Responses to “tahun baru… (another side story)”

  1. mbelgedez™ Says:

    .
    Ndak ada skrinsut berarti howeks….!!!

    apanya yg mau di skrinsut mbah??? lha wong this is ma filling…

  2. bayuhebat Says:

    kan bisa kasih gambar hati. begonooo.

    belek dikit lah biar pembaca senang😛

    emang susye jadi jamaah bocor alus… apa2 musti pakek skrinsut. kalok nda ada skrinsut dikira howeks…

  3. asri Says:

    huahahaha
    kena juga lo😛

    siyal emang… jadi jamaahnya bocor alus emang harus siyap sediya digital camera!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: